BANDAR LAMPUNG – Pergeseran fokus dari sekadar pengobatan menuju langkah pencegahan (preventif) menjadi inti dari kampanye terbaru Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Lampung. Dalam rangkaian peringatan Hari Kanker Sedunia, YKI Lampung secara intensif menyosialisasikan penggunaan teknologi Computer-Aided Detection (CT CAD) sebagai garda terdepan dalam menemukan sel kanker paru sejak stadium awal, sebelum berkembang menjadi kondisi yang fatal.
Sosialisasi yang digelar di Hotel Emersia ini memberikan pemahaman mendalam bagi para tenaga medis mengenai mekanisme kerja CT CAD yang dikembangkan oleh PT Sinergi Global Alkesindo. Berbeda dengan alat pemindai biasa, teknologi ini memiliki kemampuan unik untuk membandingkan data historis pasien secara otomatis, sehingga perubahan sekecil apa pun pada paru-paru dapat terpantau dengan akurat.
Direktur Utama PT Sinergi Global Alkesindo, Kanti P. Wijiastuti, menjelaskan bahwa deteksi nodul pada ukuran milimeter adalah kunci keberhasilan terapi kanker.
“Teknologi ini mampu mengidentifikasi nodul berukuran sangat kecil yang sering terlewat dalam pemeriksaan konvensional. Sistemnya juga dapat membandingkan hasil pemeriksaan sebelumnya dan terkini secara otomatis untuk memantau perkembangan,” jelas Kanti.
Langkah preventif ini mendapat sambutan hangat dari Direktur Utama RSUD Abdul Moeloek, dr. Imam Ghazali, yang menilai bahwa teknologi tersebut akan membantu tim onkologi rumah sakit dalam memberikan intervensi yang tepat waktu. YKI Lampung mengingatkan bahwa banyak jenis kanker bersifat silent killer tanpa gejala berarti. Dengan sosialisasi teknologi CT CAD ini, akses skrining yang akurat kini menjadi lebih terbuka bagi warga Lampung, memberikan harapan baru untuk peningkatan kualitas hidup dan angka kesembuhan yang lebih tinggi. (Red/Adv)






